Kembali ke DEE Academy
Ketahanan Pangan 86 View

SOP Penanaman Jagung Manis/Hibrida

SOP JAGUNG MANIS

I. PENGOLAHAN LAHAN Sebelum pengolahan lahan, yang wajib diperhatikan adalah :

  1. Lahan harus negrak (terkena paparan matahari langsung dari pagi sampai sore)
  2. Ketersediaan air di musim pembuangan air waktu hujan besar. 
  3. Tempat kohe dan air untuk semprot . 

Langkah SOP yang dianjurkan:

  • Semprot lahan pakai "Herbisida kontak", dilarang pakai "Herbisida selektif", dosis Herbisida kontak bisa 1-2 tutup / tank 16 Ltr. 
  • Siapkan tali rapia, lalu buat tarikan As ke As 90 cm. (lebih banyak tali rapia untuk ciri, akan semakin menghemat pekerjaan). 
  • Kerok dari yang dicirikan tali rapia itu sekitar 30 cm, langsung dicangkul / di garpu, lalu di haluskan. 
  • Pupuk kohe bisa ditabur di sepanjang garitan atau bisa juga dibikin lobang (lobang disesuaikan pupuk yang tersedia). Yang terbaik bikin lobang untuk menaruh pupuk dipinggir, biar nanti nanam di sebelah pupuk agar jarak tanaman jagung merata.

Catatan: Fungsi tanah harus digarpu atau dicangkul; 

  1. Biar akar tanaman jagung manis menyebar. 
  2. Oksigen masuk ke pori-pori tanaman. 
  3. Sirkulasi nutrisi terserap sempurna ke tanaman. 
  4. Aliran air tidak menggenang di lahan.

II. PENANAMAN, PEMUPUKAN, PERAWATAN TANAMAN

II a. PENANAMAN. 

Ketika mau menanam jagung manis, kemarinnya wajib hujan cukup besar. atau bila tidak ada hujan wajib disiram. Nanam satu lobang 1 biji lalu ditekan jempol kaki atau telapak tangan yang ditekankan (fungsinya agar semut tidak masuk) dalam lobang sekitar 2 cm. Sesudah semua ditanam, mandor wajib mengontrol ulang, melihat bila ada tanaman jagung yang terlihat dari luar (harus ditimbun tanah kembali). Pestisida yang harus masuk diawal tanam bahan aktif "Dimetomorf" atau yang ganda "Dimetomorf + azoksistrobin" (dicampur merata dengan benih jagung manis) fungsinya menangkal "Bulay". Tanaman jagung manis butuh air cukup, tapi tidak berlebih. ketika nanam 2-3 hari kering, hari ke 4 wajib kena air (disiram atau dicor).

II b. PEMUPUKAN Pemupukan terbagi 2 fase; Ada nutrisi yang masuk melalui tabur, ada nutrisi yang masuk melalui penyemprotan. Melalui tabur :

  • umur 10-12 HST, cukup kandungan "Nitrogen" yang umum urea, pemupukan terbaik menyebar tipis-tipis dengan jarak 5 cm dari tanaman (hati-hati jangan kena pucuk jagung. yang terbaik tangan hampir menempel ke tanah).
  • Umur 20-22 HST, Nitrogen 1 : NPK seimbang 1 (musim agak kering. atau musim hujan N 1 : NPK 2 (Urea 1 : Phonska 2). Cara pemupukan sama, tapi dosis diusahakan yang agak kecil lebih banyak dan yang tumbuh subur dikurangi.
  • Pemupukan ke 3 boleh diaplikasikan, tetapi bila sudah sangat subur boleh juga tidak.
  • Melalui penyemprotan : Umur 55-60 HST (cukup sekali) Bahan aktif yang masuk paklobutrazol, sejenis ZPT pengatur tumbuh + MKP dengan dosis paklobutrazol misal paklobutrazol 2 sdm diaduk dulu secara merata di ember yang diisi air 1 Ltr + MKP 5 sdm, semprot ke tanaman jg secara merata.

 

III. PERAWATAN TANAMAN 

Ada 2 fase perawatan tanaman jagung manis, fase 1 = perawatan dari hama penyakit, fase 2 = perawatan pengurusan dan pengontrolan kita ketanaman.

III a. Perawatan Hama dan penyakit: Bisa untuk pencegahan, bisa untuk menanggulangan sesudah terserang

Umur 8 HST : Bahan aktif "Dimetomorf" 1 sdm (untuk bulay) + bahan aktif "Emamektin benzoat" 1 sdm (untuk ulat) + bahan aktif "difenokonazol" / bahan aktif ganda "difenokonazol + propikonazol" (untuk kresek daun) 1 sdm. Disemprotkan secara merata keseluruh lahan dandi utamakan di sekitar tanaman jagung manis. (Hati-hati, tanki harap selalu dicuci sesudahnya untuk menjaga sisa bekas herbisida, dan tangki harus selalu rutin dilumuri minyak).

Umur 20 HST / 40 HST / 65 HST (sesudah petik coleng) : Pestisida yang dipakai cukup untuk penanggulangan ulat dan kresek daun. Dosis juga disesuaikan, penyemprotan terbaik gunakan dosis minim tapi sesering mungkin diaplikasikan.

Catatan: 

  • Air terbaik untuk penyemprotan adalah air netral (sumur / air hujan endapan).
  • Hati-hati tangki, harus selalu dibersihkan dan dirawat.
  • Penyemprotan tidak boleh lebih dari jam 10.00. Pagi atau sore sesudah ashar.
  • Penyemprotan terbaik merata dari bawah keatas, sesempurna mungkin dan spayer seembun mungkin.
  • Gunakan APD (pelindung) dan sesudah penyemprotan cuci dan minum susu dianjurkan.
  • Penyemprotan boleh pake system blokade.

III b. Perawatan dari pengontrolan kita, pengurusan tanaman sudah bagian dari kita (anak-anak kita) juga perawatan penunjang tanaman jagung manis agar tumbuh besar.

Penyaeuran/Pengurugan :

  • Penimbunan dedaunan atau gulma dengan sebagian tanah untuk menimbun perakaran jagung manis, ini akan berdampak tanaman jagung manis semakin tumbuh maksimal, biasanya diumur 20-30 HST. Untuk menghemat biaya boleh tipis-tipis saja atau tidak pun disaeur Insyaallah dengan nutrisi tinggi tanaman tetap tumbuh bagus.
  • Usahan penggarapan tanaman jagung menyesuaikan pola arah sinar matahari masuk, agar potosintesa sempurna.
  • Buang tanaman-tanaman kerdil atau tanaman yang tertinggal jauh pertumbuhannya.
  • Sesudah pemetikan coleng / babycorn pangkas daun menggunakan arit / parang / bedog yang tajam agar mudah untuk penyemprotan atau sinar matahari langsung masuk ke buah jagung.
  • Bila rumput terlalu over / tinggi, bisa dipangkas / kepris untuk mencegah tikus, atau garap ulang dengan minimalnya dikerok dulu, atau semprot pake "Herbisida kontak" terutama pinggir semua tanaman dulu, sesudah jagung manis tinggal 3-4 hr mau panen penyemprotan dilahan utama boleh asal tidak langsung terkena tanaman jagung manis nya.
  • Pengulangan pengambilan coleng bisa 2-3 x lagi sekalian pembuangan coleng tempel yang menempel ke buah utama, buang coleng bajir dan pembuangan tanaman jagung yang jauh tertinggal (dan cukup dipelihara jagung yang terbaik saja).

Terima Kasih

Nana Wijaya (Pengusaha Jagung Manis)

 

 

 




💬 Pertanyaan & Jawaban

Materi Lainnya