Latar Belakang:
BUMDes "Hoyong Surplus" baru saja menerima kucuran dana desa untuk program ketahanan pangan dan memutuskan untuk membuka unit usaha peternakan ayam petelur. Transaksi di bawah ini terjadi selama bulan Oktober - November 2025.
Sebelum lanjut kita mulai dari menjawab quizz yang menyenangkan ini, ayoo ikuti Quizz terlebih dahulu!
Instruksi:
Buatlah Jurnal Umum untuk mencatat transaksi-transaksi di bawah ini berdasarkan bagan akun (Chart of Accounts) standar BUMDes Anda!
Daftar Transaksi:
2 Okt 2025 (Penyertaan Modal): BUMDes menerima transfer Dana Ketahanan Pangan dari Desa sebesar Rp 150.000.000 ke rekening Bank BJB BUMDes.
4 Okt 2025 (Tarik Tunai): BUMDes melakukan penarikan tunai dari Bank BJB sebesar Rp 50.000.000 untuk kas operasional sehari-hari.
5 Okt 2025 (Persiapan Lahan): BUMDes membayar sewa lahan dan kandang ayam untuk masa 1 tahun ke depan secara tunai sebesar Rp 12.000.000.
10 Okt 2025 (Pembelian Calon Indukan): BUMDes membeli 1.000 ekor calon indukan (pullet usia 13 minggu) dengan harga Rp 65.000 per ekor. Pembayaran dilakukan melalui transfer Bank BJB.
15 Okt s.d. 30 Okt 2025 (Masa Pemeliharaan / Belum Bertelur): Selama masa pertumbuhan ini, BUMDes membeli pakan ayam (tunai) sebesar Rp 4.000.000 dan membayar upah penjaga kandang (tunai) sebesar Rp 1.500.000. (Catatan: Karena ayam belum berproduksi, biaya ini dikapitalisasi ke nilai aset ayam).
5 Nov 2025 (Mulai Produksi Telur): Ayam sudah mulai bertelur secara rutin. Untuk memproduksi telur, BUMDes membeli pakan ayam petelur (tunai) sebesar Rp 5.000.000 dan membayar upah pekerja kandang (tunai) sebesar Rp 1.500.000. (Catatan: Biaya ini dimasukkan sebagai harga pokok persediaan telur).
12 Nov 2025 (Penjualan Telur): BUMDes menjual stok telur yang sudah dipanen sebanyak 150 kg kepada tengkulak dengan harga Rp 26.000 per kg. Pembayaran diterima secara tunai.
12 Nov 2025 (Pencatatan HPP): BUMDes mencatat Harga Pokok Produksi (HPP) atas 150 kg telur yang terjual tersebut. Berdasarkan perhitungan BUMDes, modal/HPP per kg telur adalah Rp 21.000.
20 Nov 2025 (Beban Operasional): BUMDes membeli token listrik untuk penerangan kandang secara tunai sebesar Rp 250.000.
Berikut adalah pencatatan jurnal umum yang mengacu pada kebiasaan pencatatan di file yang Anda lampirkan:
| Tanggal | Nama Akun | Ref / Kode | Debit (Rp) | Kredit (Rp) |
|---|---|---|---|---|
| 02/10/2025 | Kas di Bank BJB | 1.1.01.06 | 150.000.000 | |
| Penyertaan Modal Desa | 3.1.01.01 | 150.000.000 | ||
| 04/10/2025 | Kas Tunai | 1.1.01.01 | 50.000.000 | |
| Kas di Bank BJB | 1.1.01.06 | 50.000.000 | ||
| 05/10/2025 | Sewa Dibayar Dimuka | 1.1.07.01 | 12.000.000 | |
| Kas Tunai | 1.1.01.01 | 12.000.000 | ||
| 10/10/2025 | Aset Tetap - Ayam Telor | 1.3.08.01 | 65.000.000 | |
| Kas di Bank BJB | 1.1.01.06 | 65.000.000 | ||
| 30/10/2025 | Aset Tetap - Ayam Telor* | 1.3.08.01 | 5.500.000 | |
| Kas Tunai | 1.1.01.01 | 5.500.000 | ||
| 05/11/2025 | Persediaan Produk Agrikultur - Telor** | 1.1.05.08 | 6.500.000 | |
| Kas Tunai | 1.1.01.01 | 6.500.000 | ||
| 12/11/2025 | Kas Tunai | 1.1.01.01 | 3.900.000 | |
| Pendapatan Penjualan Telor | 4.2.01.07 | 3.900.000 | ||
| 12/11/2025 | Harga Pokok Produksi (HPP) | 5.3.01.01 | 3.150.000 | |
| Persediaan Produk Agrikultur - Telor | 1.1.05.08 | 3.150.000 | ||
| 20/11/2025 | Beban Listrik | 6.1.04.01 | 250.000 | |
| Kas Tunai | 1.1.01.01 | 250.000 |
Penjelasan Singkat untuk Peserta Didik / Tim BUMDes:
* Tanggal 30/10/2025: Total Rp 5.500.000 berasal dari (Pakan Rp 4.000.000 + Upah Rp 1.500.000). Karena ayam belum menghasilkan telur, biaya pemeliharaan ini dianggap sebagai investasi yang menambah nilai jual/aset si ayam tersebut.
Tanggal 05/11/2025: Total Rp 6.500.000 berasal dari (Pakan Rp 5.000.000 + Upah Rp 1.500.000). Karena ayam sudah berproduksi, biaya ini menjadi modal untuk menciptakan barang jadi, sehingga dimasukkan ke akun Persediaan Telur.
Terima kasih
saran dan masukannya untuk pengembangan DEE sangat kami butuhkan.
Apakah ada jurnal untuk penyusutan aset ayam,dikarenakan dari awal ayam datang sampai produksi atou sampai afkir ,karna menjaga selama ada terjadi kematian ayam,jadi dibuat hpp setiap ekor,agar terkontrol untuk aset total dan per ekor nya,terimakasih,mohon saran bingbingan nya
1. hitung dahulu hpp ayam dari awal dipelihara sampai siap jual, sampai muncul nominal harga per ekor ayam,
2. jika terjadi kematin maka perlu dibuatkan jurnal penyesuaian:
Beban Penyusutan Aset Biologis - Ayam (D)
Aset Biologis - Ayam (K) atau Akumulasi Penyusutan Aset Biologis (K)